Female Worker Problems : Skill Mismatch Versus Working Hours Mismatch
DOI:
https://doi.org/10.34123/jurnalasks.v14i1.393Abstrak
Pekerja perempuan memiliki beban ganda, antara bekerja di kantor dan mengurus keluarga di rumah. Ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch) dan ketidaksesuaian jam kerja dengan upah yang diperoleh (workinghours mismatch) memperburuk masalah yang dihadapi pekerja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara skill mismatch dan workinghours mismatch dengan kepuasan kerja pekerja wanita. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) 2017. Badan Pusat Statistik menyelenggarakan SPTK 2017 di seluruh provinsi di Indonesia dengan 72.317 responden. Responden dalam SPTK 2017 adalah kepala rumah tangga atau pasangannya. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pekerja peempuan dengan jumlah observasi sebanyak 21.805. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Temuan deskriptif menunjukkan bahwa sebanyak 22,1 persen pekerja perempuan skill mismatch dan 27,85 persen pekerja perempuan workinghours mismatch tidak puas dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Temuan regresi menunjukkan bahwa skill mismatch dan workinghours mismatch berhubungan negatif dengan kepuasan kerja perempuan. Ketidaksesuaian jam kerja memiliki hubungan yang paling kuat dengan kepuasan kerja perempuan di antara variabel-variabel lain dalam model.











